HomeCuaca dan LingkunganMengapa Embun Upas Selimuti Kawah Ijen Suhu Anjlok hingga 2 Derajat?

Mengapa Embun Upas Selimuti Kawah Ijen Suhu Anjlok hingga 2 Derajat?

Date:

Indo News Room – 18 Juli 2026 | Fenomena alam unik menyapa kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Jawa Timur, pada Jumat (17/7) pagi. Hamparan tanaman kering, rumput, hingga ranting pohon di area Paltuding tampak memutih akibat diselimuti oleh embun upas atau embun es.

Tanaman kering, rumput, hingga ranting pohon di area Paltuding tampak memutih akibat diselimuti oleh embun upas atau embun es. Dok: Instagram @johanjoe007

Baca juga:

Mengapa embun upas bisa terbentuk di Kawah Ijen? Menurut Prakirawan BMKG Banyuwangi, Yustoto Windiarto, fenomena embun upas ini merupakan hal yang lumrah terjadi di dataran tinggi atau pegunungan saat memasuki musim kemarau.

Embun es terbentuk saat suhu permukaan tanah atau tanaman turun drastis hingga di bawah titik beku (0°C). Pada malam hari yang cerah saat musim kemarau, uap air di udara tidak berubah menjadi titik air (embun), melainkan langsung mengkristal menjadi lapisan es tipis di atas permukaan.

Baca juga:

Ada tiga faktor lingkungan spesifik yang memicu terjadinya proses deposisi instan ini:

  • Langit Tanpa Awan: Kondisi langit yang cerah membuat panas bumi terlepas langsung ke atmosfer tanpa ada tutupan awan yang memantulkannya kembali.
  • Suhu Udara Ekstrem: Di daerah dataran tinggi, suhu udara bahkan dapat anjlok hingga mencapai minus 5 derajat Celsius atau lebih rendah saat dini hari.
  • Kelembaban Udara: Uap air yang berada di sekitar permukaan tanah bersentuhan langsung dengan benda yang suhunya sangat dingin, sehingga langsung mengkristal.

Namun, meski suhu udara turun drastis, Kawah Ijen masih sangat aman untuk dikunjungi oleh para wisatawan. Pendaki harus mempersiapkan fisik dan perlengkapan ekstra untuk menghadapi cuaca dingin.

Baca juga:

Fenomena embun upas ini tidak terjadi setiap hari dan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Oleh karena itu, wisatawan harus selalu memantau cuaca sebelum mengunjungi Kawah Ijen.

Mallin Mallin Mallin
Mallin Mallin Mallin
Menyusuri jejak bintang di langit Jakarta, Mallin Mallin Mallin menganyam puisi teknis dari rangkaian kabel hingga kalimat, menyalakan rasa ingin tahu lewat buku-buku sejarah yang menuturkan zaman. Dengan latar belakang teknik, ia menorehkan debut menulis pada 2022, mengukir kata‑kata yang menyeberangi ruang dan waktu, seakan menelusuri galaksi masa lalu. Setiap karya baginya adalah konstelasi pengetahuan, memanggil pembaca untuk menatap horizon baru dengan mata yang terjaga oleh cahaya ilmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kamera Energi Gelap Mengabadikan Keindahan The Starry Night di Luar Angkasa

Indo News Room – 18 Juli 2026 | Bagaimana...

Harga Emas Antam 18 Juli 2026 Naik, Rp2.614 Juta per Gram!

Indo News Room – 18 Juli 2026 | Harga...