Indo News Room – 09 Juli 2026 | Harga emas global melemah setelah serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran memasuki hari kedua. Eskalasi tersebut mendorong lonjakan harga energi, sekaligus memicu kekhawatiran tekanan inflasi akan semakin meningkat.
Perang di Timur Tengah dan Dampaknya pada Harga Emas
Perang di Timur Tengah telah membuat harga emas melemah lebih dari 20 persen sejak perang Iran dimulai pada akhir Februari. Aksi ambil untung mengakhiri tren kenaikan emas yang telah berlangsung selama tiga tahun dan mendorong harganya kembali turun di bawah level USD 4.000 per ounce.
Risiko Geopolitik dan Dampaknya pada Harga Emas
Risiko geopolitik yang terjadi di Timur Tengah telah membuat investor khawatir tentang dampaknya pada harga emas. Chen mengatakan bahwa pasar sedang mengamati apakah risiko ini hanya akan menjadi sentimen jangka pendek atau berkembang menjadi siklus ketegangan geopolitik baru dengan dampak yang lebih luas.
Table Komparasi Harga Emas
| Tanggal | Harga Emas (USD/ounce) |
|---|---|
| 8/7/2023 | USD 4.080 |
| 9/7/2023 | USD 4.073,48 |
Bulletin Informasi Lengkap
- Harga emas global melemah setelah serangan AS terhadap Iran.
- Perang di Timur Tengah telah membuat harga emas melemah lebih dari 20 persen.
- Risiko geopolitik telah membuat investor khawatir tentang dampaknya pada harga emas.
- Pasar sedang mengamati apakah risiko ini hanya akan menjadi sentimen jangka pendek atau berkembang menjadi siklus ketegangan geopolitik baru.
Pada perdagangan spot pukul 07.48 waktu Singapura, harga emas turun tipis 0,1 persen menjadi USD 4.073,48 per ounce. Sementara itu, harga perak naik 0,2 persen menjadi USD 58,39 per ounce.
Harga platinum dan paladium juga menguat tipis, sedangkan Bloomberg Dollar Spot Index, yang mengukur pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, relatif tidak berubah setelah ditutup sedikit melemah pada sesi sebelumnya.
Risalah rapat The Fed pada Juni yang dirilis Rabu (8/7) menunjukkan beberapa pejabat sempat mempertimbangkan kenaikan suku bunga, meski pada akhirnya memutuskan untuk mempertahankannya. Secara umum, risalah itu juga mencerminkan meningkatnya kekhawatiran para pejabat bank sentral AS terhadap inflasi, sementara kekhawatiran mengenai kondisi pasar tenaga kerja mulai sedikit mereda.
Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga.
Harga emas telah merosot lebih dari 20 persen sejak perang Iran dimulai pada akhir Februari. Aksi ambil untung mengakhiri tren kenaikan emas yang telah berlangsung selama tiga tahun dan mendorong harganya kembali turun di bawah level USD 4.000 per ounce.
Sebelum ada kepastian itu, harga emas kemungkinan masih akan bergerak terbatas.
Kesimpulan
Harga emas global melemah setelah serangan AS terhadap Iran. Perang di Timur Tengah telah membuat harga emas melemah lebih dari 20 persen. Risiko geopolitik telah membuat investor khawatir tentang dampaknya pada harga emas. Pasar sedang mengamati apakah risiko ini hanya akan menjadi sentimen jangka pendek atau berkembang menjadi siklus ketegangan geopolitik baru.



