Indo News Room – 09 April 2026 | Kecapatan kecamatan Dayeuhkolot kembali menjadi sorotan publik setelah insiden Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap basi di SMPN 1 Dayeuhkolot terungkap lewat video warga. Kasus ini menimbulkan kekhawatiran tentang kualitas gizi anak sekolah dan menimbulkan respons cepat dari aparat setempat.
Latar Belakang Program MBG di Dayeuhkolot
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif pemerintah daerah Kabupaten Bandung yang bertujuan memberikan asupan nutrisi seimbang kepada pelajar dan masyarakat rentan. Di kecamatan Dayeuhkolot, program ini dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Citeureup yang berlokasi di Jalan Pasigaran. Menurut data lapangan, sebanyak 2.874 penerima manfaat meliputi siswa dari berbagai jenjang pendidikan serta peserta posyandu.
Insiden Pengembalian MBG oleh Siswa SMPN 1 Dayeuhkolot
Pada Selasa, 7 April 2026, video yang beredar di grup WhatsApp warga memperlihatkan sejumlah siswa SMPN 1 Dayeuhkolot mengembalikan paket makanan ke dapur SPPG. Siswa mengeluhkan aroma tidak sedap yang muncul pada makanan, yang meliputi nasi putih, ayam rendang, tempe orek, acar timun wortel, dan buah melon.
Rincian Menu yang Dikeluhkan
| Komponen | Keterangan Keluhan |
|---|---|
| Nasi Putih | Berbau asam, tekstur lembek |
| Ayam Rendang | Aroma tidak wangi, rasa pahit |
| Tempe Orek | Warna kusam, bau apek |
| Acar Timun Wortel | Rasa asam berlebih, bau fermentasi |
| Buah Melon | Tekstur lembek, bau busuk |
Respons Pemerintah dan Penyelidikan
Menanggapi laporan tersebut, Forkopimcam Dayeuhkolot melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur SPPG. Sidak dipimpin oleh Camat Dayeuhkolot Asep Suryadi, bersama Kapolsek Dayeuhkolot AKP Triyono Raharja, S.I.K., M.H., Babinsa Koramil 2407 Asep Sopian, serta perwakilan pemerintah desa. Tim melakukan pemeriksaan proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan.
Kapolsek Triyono Raharja mengungkapkan bahwa laporan serupa pernah diterima sebelumnya, namun insiden kali ini menjadi lebih menonjol karena siswa secara langsung mengembalikan paket MBG.
Langkah-Langkah yang Diambil
- Penghentian sementara distribusi MBG di SMPN 1 Dayeuhkolot untuk evaluasi kualitas.
- Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikembalikan.
- Penyuluhan ulang kepada petugas dapur mengenai prosedur kebersihan dan penyimpanan.
- Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung untuk audit menyeluruh.
Implikasi Terhadap Kesehatan dan Pendidikan
Kualitas gizi yang buruk dapat berpengaruh signifikan pada konsentrasi belajar, pertumbuhan fisik, dan kesehatan jangka panjang anak. Penelitian gizi anak menunjukkan bahwa asupan protein, vitamin, dan mineral yang tidak memadai meningkatkan risiko anemia, stunting, dan penurunan daya tahan tubuh.
Dengan menurunnya kepercayaan orang tua terhadap program MBG, ada potensi penurunan partisipasi siswa dalam program tersebut, yang pada gilirannya dapat memperlemah pencapaian akademik di kecamatan Dayeuhkolot.
Upaya Perbaikan dan Rencana Ke Depan
Pemerintah kecamatan berkomitmen untuk meningkatkan standar kebersihan dan kontrol kualitas. Rencana aksi meliputi:
- Implementasi sistem manajemen mutu berbasis ISO 22000 di dapur SPPG.
- Pelatihan rutin bagi staf dapur tentang prosedur HACCP.
- Penerapan sistem pelaporan digital untuk memantau keluhan makanan secara real-time.
- Kolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat untuk audit independen.
Baca selengkapnya di artikel lain: Program Makan Bergizi Gratis di Citeureup dan Dampaknya pada Komunitas.
FAQ
Apakah semua paket MBG di Dayeuhkolot terkontaminasi?
Hingga saat ini, hanya paket yang diterima di SMPN 1 Dayeuhkolot yang terbukti bermasalah. Pemeriksaan lebih lanjut sedang dilakukan untuk memastikan tidak ada kontaminasi di lokasi lain.
Siapa yang bertanggung jawab atas kualitas makanan?
Penanggung jawab utama adalah SPPG Citeureup, namun pengawasan bersama melibatkan Camat Dayeuhkolot, Kapolsek, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung.
Bagaimana orang tua dapat melaporkan keluhan?
Orang tua dapat menghubungi kantor Camat Dayeuhkolot atau mengirimkan laporan melalui aplikasi layanan publik yang tersedia di website resmi Kabupaten Bandung.
Apa yang harus dilakukan siswa jika menemukan makanan tidak layak?
Siswa disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan tersebut, melaporkan kepada guru atau petugas kebersihan, dan mengembalikan paket ke dapur SPPG.
Apakah program MBG akan dihentikan?
Program MBG tidak dihentikan, namun distribusi sementara dihentikan di SMPN 1 Dayeuhkolot hingga hasil audit dan perbaikan selesai.



