Indo News Room – 11 April 2026 | H&M mengumumkan rencana penutupan Tutup 160 toko offline pada 2026 sebagai bagian strategi digitalisasi dan efisiensi biaya. Keputusan ini menandai perubahan signifikan dalam model bisnis ritel fashion global, sekaligus menyoroti profil pendiri H&M serta peran keluarga Persson dalam mengarahkan perusahaan menuju era e‑commerce.
Tutup 160 toko offline pada 2026: Latar Belakang Strategis
Penutupan 160 gerai H&M tersebar di berbagai pasar utama, termasuk Amerika Utara, Eropa, dan Asia Pasifik. Langkah ini dipicu oleh tren penurunan kunjungan ke toko fisik dan percepatan pertumbuhan penjualan daring. Perusahaan menargetkan pengoptimalan portofolio toko, mengalokasikan sumber daya untuk platform online, serta menurunkan biaya operasional tetap.
Faktor-faktor yang Mendorong Penutupan
- Penurunan rata‑rata transaksi per meter persegi di toko fisik.
- Kenaikan persaingan dari pemain e‑commerce lokal dan internasional.
- Kebutuhan untuk mempercepat transformasi digital pasca‑pandemi.
- Tekanan margin akibat inflasi biaya logistik dan bahan baku.
Profil Pendiri H&M: Dari Erling Persson hingga Karl‑Johan Persson
H&M (Hennes & Mauritz) didirikan pada tahun 1947 oleh Erling Persson di Västerås, Swedia. Sejak itu, perusahaan berkembang menjadi jaringan ritel fashion terbesar kedua di dunia. Kendali mayoritas saham tetap berada di tangan keluarga Persson, yang saat ini memiliki hampir 50 persen kepemilikan.
Erling Persson – Visioner Awal
Erling Persson memulai usaha dengan membuka toko pakaian wanita bernama “Hennes”. Pada 1968, akuisisi Mauritz Widforss menambahkan lini pakaian pria, sehingga nama perusahaan berubah menjadi Hennes & Mauritz. Erling dikenal karena model bisnis fast‑fashion yang menekankan kecepatan produksi dan harga terjangkau.
Stefan Persson – Memperluas Jejak Global
Stefan Persson, putra Erling, mengambil alih kepemimpinan pada 1975 dan menjabat sebagai Chairman of the Board hingga mengundurkan diri pada Mei 2020. Di bawah kepemimpinannya, H&M meluncurkan merek anak-anak, COS, & & lainnya, serta memperluas jaringan ke lebih dari 70 negara. Forbes mencatat kekayaan bersih Stefan Persson mencapai USD 22,3 miliar (sekitar Rp 381,3 triliun) per April 2026.
Karl‑Johan Persson – Era Digitalisasi
Karl‑Johan Persson, putra Stefan, mengemban peran Chief Executive Officer sejak 2010 dan kini menjadi figur kunci dalam transformasi digital H&M. Ia memimpin inisiatif omnichannel, memperkenalkan teknologi AI untuk prediksi tren, serta mengoptimalkan rantai pasok guna mengurangi limbah.
Analisis Dampak Penutupan Gerai Terhadap Bisnis H&M
Penutupan 160 toko offline pada 2026 diproyeksikan mengurangi biaya operasional tahunan sebesar sekitar USD 150 juta, sekaligus meningkatkan kontribusi penjualan daring hingga 35 persen dari total pendapatan pada akhir 2027.
| Wilayah | Jumlah Gerai Ditutup | Persentase Penutupan |
|---|---|---|
| Amerika Utara | 45 | 28% |
| Eropa Barat | 55 | 34% |
| Asia‑Pasifik | 30 | 19% |
| Amerika Selatan | 20 | 13% |
| Timur Tengah & Afrika | 10 | 6% |
Data di atas menunjukkan konsentrasi penutupan terbesar di Eropa Barat, di mana persaingan ritel fisik paling intens. Di sisi lain, pasar Asia‑Pasifik tetap dipertahankan karena pertumbuhan e‑commerce yang kuat.
Strategi E‑Commerce H&M Pasca Penutupan
Setelah menutup 160 gerai, H&M menargetkan tiga pilar utama untuk memperkuat kehadiran daring:
- Investasi Teknologi: Pengembangan platform mobile yang terintegrasi dengan sistem inventori real‑time.
- Logistik Cepat: Memperluas jaringan fulfillment center di Asia dan Amerika untuk pengiriman dalam 24 jam.
- Pengalaman Pelanggan: Menggunakan AI untuk personalisasi rekomendasi produk dan layanan virtual fitting.
FAQ – Pertanyaan Umum tentang Penutupan dan Profil Pendiri H&M
Apakah semua 160 toko akan ditutup secara permanen?
Ya, keputusan menutup 160 toko bersifat permanen dan merupakan bagian dari restrukturisasi portofolio global.
Bagaimana penutupan ini memengaruhi karyawan?
H&M menawarkan paket pesangon, pelatihan ulang, dan penempatan kembali ke posisi lain dalam grup perusahaan atau mitra logistik.
Apakah harga produk H&M akan berubah?
Perusahaan menegaskan bahwa strategi harga tetap kompetitif, dengan fokus pada value‑for‑money melalui penjualan daring.
Siapa yang kini memimpin H&M?
Karl‑Johan Persson memegang posisi CEO sekaligus mengawasi strategi digital, sementara dewan direksi masih didominasi oleh anggota keluarga Persson.
Apakah H&M akan membuka toko baru di masa depan?
Strategi ke depan lebih menekankan pada konsep toko flagship berukuran lebih kecil yang berfungsi sebagai pusat pengalaman merek, bukan sekadar penjualan.
Untuk menelusuri lebih jauh tentang evolusi H&M, baca selengkapnya di artikel “Sejarah H&M dan Transformasi Digital” serta “Strategi Ritel Global di Era E‑Commerce” yang tersedia di portal kami.
Kesimpulannya, penutupan 160 toko offline pada 2026 mencerminkan pergeseran paradigma ritel fashion global, di mana fokus utama kini beralih ke platform daring. Profil pendiri H&M, dari Erling Persson hingga Karl‑Johan Persson, menegaskan peran keluarga dalam mengarahkan visi perusahaan menuju masa depan yang lebih terintegrasi secara digital.



