Indo News Room – 26 Juni 2026 | Revolusi kecerdasan buatan (AI) sedang berkembang pesat dan mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Indonesia, sebagai salah satu negara pengguna AI terbesar di dunia, harus mempertimbangkan posisinya dalam perkembangan ini. Apakah Indonesia akan menjadi pemain utama dalam bidang AI atau hanya menjadi konsumen?
Tantangan Besar Indonesia dalam Meningkatkan Kemampuan AI
Indonesia memiliki banyak pengguna AI, tetapi belum memiliki cukup aktor yang berperan sebagai pencipta teknologi AI. Pengembangan AI membutuhkan ekosistem riset yang kuat, yang masih relatif terbatas di Indonesia. Jumlah penelitian, publikasi ilmiah, lembaga riset, peneliti, serta perusahaan rintisan yang berfokus pada pengembangan teknologi AI masih belum mampu bersaing dengan negara-negara yang menjadi pemimpin dalam bidang ini.
Perlu Langkah Percepatan dalam Pengembangan AI
Untuk meningkatkan kemampuan AI di Indonesia, diperlukan langkah percepatan yang lebih terarah dalam tata kelola pengembangan AI. Perlu ada sinkronisasi kebijakan lintas sektor, keberlanjutan program, serta keberanian menetapkan prioritas strategis nasional. Pemerintah juga perlu memastikan koordinasi yang lebih efektif antara aktor riset, industri, dan pendidikan agar inovasi tidak berjalan parsial.
Kesimpulan
Revolusi kecerdasan buatan (AI) sedang berkembang pesat dan mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Indonesia harus mempertimbangkan posisinya dalam perkembangan ini dan meningkatkan kemampuan AI untuk menjadi pemain utama dalam bidang AI.
| Kelebihan Indonesia | Kekurangan Indonesia |
|---|---|
| Besar jumlah pengguna AI | Tidak memiliki cukup aktor yang berperan sebagai pencipta teknologi AI |
| Pasar digital yang luas | Tidak memiliki ekosistem riset yang kuat |
- Meningkatkan kemampuan AI
- Mengembangkan ekosistem riset yang kuat
- Meningkatkan koordinasi antara aktor riset, industri, dan pendidikan



