Indo News Room – 25 Juni 2026 | Mahasiswa Muhammadiyah gugat penetapan 1 Syawal ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena merasa bahwa pelembagaan satu metode penetuan 1 Syawal telah memarginalkan hak beribadah secara tenang dan merdeka.
Penetapan 1 Syawal: Apa yang Terjadi?
Penetapan 1 Syawal adalah proses penentuan awal bulan Syawal dalam kalender Islam. Proses ini biasanya dilakukan oleh pemerintah atau lembaga keagamaan yang berwenang.
Metode Penetuan 1 Syawal
Ada beberapa metode yang digunakan untuk menentukan 1 Syawal, antara lain:
- Metode hisab (perhitungan astronomi)
- Metode rukyah (pengamatan bulan)
Metode hisab menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan dan matahari, sedangkan metode rukyah menggunakan pengamatan langsung bulan untuk menentukan awal bulan.
Gugatan Mahasiswa Muhammadiyah
Mahasiswa Muhammadiyah menggugat penetapan 1 Syawal ke MK karena merasa bahwa pelembagaan satu metode penetuan 1 Syawal telah memarginalkan hak beribadah secara tenang dan merdeka.
| Metode | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Hisab | Akurat dan dapat diprediksi | Tidak memperhatikan pengamatan langsung bulan |
| Rukyah | Memperhatikan pengamatan langsung bulan | Tidak akurat dan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain |
Gugatan ini menimbulkan perdebatan tentang metode penetuan 1 Syawal yang tepat dan adil.
Kesimpulan dari gugatan ini adalah bahwa penetapan 1 Syawal harus memperhatikan hak beribadah secara tenang dan merdeka bagi semua umat Islam.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan tentang gugatan Mahasiswa Muhammadiyah:
- Apa yang dimaksud dengan penetapan 1 Syawal?
- Mengapa Mahasiswa Muhammadiyah menggugat penetapan 1 Syawal?
- Apa metode penetuan 1 Syawal yang tepat?



