Indo News Room – 22 Juni 2026 | Pengamat politik menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengalami krisis kaderisasi yang parah. Hal ini terlihat dari rekrutmen kader partai lain yang tidak menjamin peningkatan elektoral. Krisis figur yang menyentuh level kepemimpinan partai ini perlu diatasi dengan segera.
Ciri-Ciri Krisis Kaderisasi di PSI
- Penunjukan Ahmad Ali sebagai Ketua Harian DPP PSI yang dinilai tidak lazim.
- Kurangnya kepastian dalam rekrutmen kader partai lain.
- Pengalaman dan kualifikasi kader yang tidak memadai.
Implikasi Krisis Kaderisasi pada Elektoral
Berdasarkan data, rekrutmen kader partai lain tidak menjamin peningkatan elektoral. Bahkan, ada kemungkinan krisis kaderisasi akan menghambat kemampuan partai dalam mencari dukungan masyarakat.
Solusi Krisis Kaderisasi di PSI
Untuk mengatasi krisis kaderisasi, partai perlu melakukan beberapa langkah:
- Mengembangkan program rekrutmen kader yang lebih efektif.
- Meningkatkan kepastian dalam rekrutmen kader partai lain.
- Membangun kepercayaan kader dengan memberikan pelatihan dan pengembangan yang lebih baik.
| Langkah | Deskripsi |
|---|---|
| Mengembangkan program rekrutmen kader | Membangun program rekrutmen kader yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas kader. |
| Meningkatkan kepastian dalam rekrutmen kader partai lain | Meningkatkan kepastian dalam rekrutmen kader partai lain untuk menghindari kemungkinan krisis kaderisasi. |
| Membangun kepercayaan kader dengan memberikan pelatihan dan pengembangan | Membangun kepercayaan kader dengan memberikan pelatihan dan pengembangan yang lebih baik untuk meningkatkan kemampuan kader. |
Krisis kaderisasi di PSI perlu diatasi dengan segera untuk meningkatkan elektoral. Dengan mengembangkan program rekrutmen kader yang lebih efektif, meningkatkan kepastian dalam rekrutmen kader partai lain, dan membangun kepercayaan kader dengan memberikan pelatihan dan pengembangan yang lebih baik, partai dapat meningkatkan kemampuan kader dan meningkatkan elektoral.



