Indo News Room – 22 Juni 2026 | Pemerintah membuka peluang untuk menyesuaikan harga Domestic Price Obligation (DPO) batu bara khusus untuk pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) yang saat ini dipatok USD 70 per ton. Hal ini beriringan dengan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) atau kewajiban produsen batu bara memasok minimal 25 persen dari total produksinya untuk domestik.
Alasan Penyesuaian Harga DMO
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa penyesuaian harga DMO ini bertujuan untuk menghitung plus minus agar PLN tidak dirugikan dan pengusaha juga tidak dirugikan. Selain itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Batu Bara Indonesia (APBI), Gita Mahyarani, mengatakan bahwa pengusaha menyambut baik wacana tersebut, di saat kenaikan biaya operasional pertambangan yang disebabkan berbagai faktor.
Biaya Produksi Tambang
Rencana evaluasi harga DMO ini dapat menjadi momentum untuk menata ulang keseimbangan kebijakan. Harga DMO USD 70 per ton sudah berlaku sejak 2018, sementara dalam periode yang sama biaya produksi tambang mengalami kenaikan, mulai dari bahan bakar, alat berat, spare part, kontraktor, upah, logistik, sampai kewajiban lingkungan dan keselamatan.
| Harga DMO | Biaya Produksi |
|---|---|
| USD 70/ton | Meningkat sejak 2018 |
Kendala Pasokan Batu Bara
Kepala Dekarbonisasi Industri dan Transportasi INDEF GTI, Andry Satrio Nugroho, menjelaskan bahwa pemangkasan produksi batu bara dalam RKAB 2026 dapat menjadi salah satu faktor kelangkaan pasokan batu bara kalori menengah untuk pembangkit. Selain itu, disparitas harga yang jauh antara harga batu bara global dengan harga patokan DMO yang tidak berubah selama sewindu untuk menekan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik, menyebabkan hilangnya potensi pendapatan produsen batu bara.
- Pemangkasan produksi batu bara
- Disparitas harga batu bara global dan DMO
Solusi Terbaik
Andry menyarankan solusi terbaik bagi pemerintah untuk menjaga keandalan pasokan listrik adalah melepaskan ketergantungan pembangkit dari batu bara sebagai bahan bakar, dan mulai menggencarkan pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Dengan begitu, biaya riil dapat dikurangi dari waktu ke waktu dengan beralih ke sumber yang tidak punya selisih ini, alias EBT.
Dalam kesimpulan, harga DMO berpotensi diubah sebagai solusi kendala pasokan batu bara untuk pembangkit listrik. Pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan yang tepat untuk menjaga keandalan pasokan listrik dan mengurangi ketergantungan pada batu bara.
FAQ
Apa itu DMO? DMO adalah kebijakan kewajiban produsen batu bara memasok minimal 25 persen dari total produksinya untuk domestik.
Mengapa harga DMO perlu diubah? Harga DMO perlu diubah karena biaya produksi tambang telah meningkat sejak 2018, sehingga perlu dilakukan penyesuaian untuk menjaga keandalan pasokan listrik.
Apa solusi terbaik untuk menjaga keandalan pasokan listrik? Solusi terbaik adalah melepaskan ketergantungan pembangkit dari batu bara sebagai bahan bakar, dan mulai menggencarkan pengembangan energi baru terbarukan (EBT).



