Indo News Room – 01 Juni 2026 | Saat ini, dunia menghadapi perdebatan yang sengit antara keuntungan, keberkahan, kemaslahatan, dan mafsadah. Ekonomi modern terus membesar, namun pada saat yang sama, kita menyaksikan kerusakan lingkungan yang parah. Bagaimana hal ini terkait? Apakah ekonomi Islam dapat memberikan solusi?
Paradoks Ekonomi Modern
Ekonomi modern dibangun di atas rasionalitas dan akumulasi keuntungan. Keuntungan diukur melalui efisiensi, pertumbuhan, dan maksimalisasi laba. Namun, ini telah menyebabkan paradoks terbesar peradaban modern: manusia berhasil memperkaya dirinya, namun sering gagal menjaga keberlangsungan ekosistem lingkungan hidupnya.
Kerusakan Lingkungan
Eksploitasi sumber daya alam terus menghadirkan dilema besar antara pembangunan ekonomi dan keberlanjutan ekosistem lingkungan hidup. Data berbagai lembaga pemerhati lingkungan menunjukkan bahwa deforestasi dan kerusakan ekosistem sering berkaitan dengan ekspansi industri ekstraktif dan perkebunan skala besar. Hutan diperlakukan seperti rekening bank raksasa yang dapat ditarik terus-menerus tanpa pernah dipulihkan.
Ekonimi Islam
Ekonimi Islam menawarkan horizon yang berbeda. Jika ekonomi konvensional sering bertanya “berapa besar keuntungan yang diperoleh?



