Indo News Room – 24 April 2026 | Hari Bumi memicu aksi nyata: 100 gayam ditanam di bantaran Sungai Sileng, Borobudur, sebagai upaya langsung mencegah abrasi. Tanaman ini, yang dulu melambangkan perlindungan pada masa perang, kini menjadi barisan hijau yang menyerap air, menstabilkan tepi sungai, dan memperkuat ekosistem lokal.
Latar Belakang Historis Pohon Gayam di Borobudur
Pohon gayam pernah tumbuh raksasa di kawasan Candi Borobudur, hingga menjadi tempat bersembunyi saat konflik. Nama‑nama tempat seperti Kali Gayam, Dusun Gayam, dan pohon tertua di Giri Tengah masih menjadi jejak hidup masa lalu.
Mengapa Penanaman Gayam Penting untuk Mengatasi Abrasi
Manfaat Ekologis
- Menampung air secara signifikan, mengurangi kecepatan aliran dan erosi.
- Memperbaiki struktur tanah dengan akar dalam, meningkatkan infiltrasi air.
- Menjadi habitat bagi mikrofauna sungai yang mendukung biodiversitas.
Manfaat Sosial‑Ekonomi
- Biji gayam dapat diolah menjadi makanan dan produk bernilai tambah.
- Daun dapat dimasak sebagai sayuran tradisional.
- Batang mengandung nitrogen tinggi, cocok sebagai kayu bakar basah.
Proses Penanaman pada Hari Bumi
Kolaborasi Stakeholder
InJourney Destination Management, PT Taman Wisata Borobudur, dan Studio Nawung memimpin aksi bersama warga Desa Karangrejo. Direktur Operasi PT Taman Wisata Borobudur, Supriadi Jufri, menekankan pentingnya integrasi pelestarian lingkungan dalam pengelolaan destinasi.
Perawatan dan Monitoring
Setelah penanaman, punggawa ili‑ili dari Studio Nawung bertanggung jawab memupuk dengan kompos organik mandiri. Penanaman direncanakan menjadi program berkelanjutan, bukan sekadar seremonial tahunan.
Langkah-Langkah Penanaman (Checklist)
- Persiapan lahan: bersihkan gulma, gemburkan tanah di tepi sungai.
- Pengukuran jarak tanam: 2‑3 meter antar bibit untuk pertumbuhan optimal.
- Penanaman bibit gayam: letakkan akar dengan hati‑hati, tutup tanah, dan tekan perlahan.
- Penyiraman awal: gunakan air bersih untuk membantu aklimatisasi.
- Pemupukan kompos organik: lakukan setiap tiga bulan pertama.
Perbandingan Gayam dengan Spesies Penutup Tanah Lain
| Spesies | Kemampuan Menahan Air | Umur Produktif | Manfaat Ekonomi |
|---|---|---|---|
| Gayam | ✔✔✔ (tinggi) | 30‑40 tahun | Biji, daun, kayu bakar |
| Teak | ✔ (sedang) | 25‑35 tahun | Kayu kualitas tinggi |
| Acacia | ✔✔ (tinggi) | 15‑20 tahun | Kayu ringan, penutup tanah |
Keberhasilan penanaman gayam tidak hanya memberikan solusi fisik terhadap abrasi, tapi juga memperkuat identitas budaya setempat. Seperti yang diungkapkan Atik, pendiri Studio Nawung, “Jika pohon gayam tumbuh baik, manfaatnya terasa hingga generasi selanjutnya.”
Lihat selengkapnya tentang program konservasi air di Borobudur untuk memahami dampak jangka panjang yang diharapkan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa tujuan utama penanaman 100 gayam di Sungai Sileng?
Menstabilkan tepi sungai, mengurangi risiko abrasi, dan meningkatkan kapasitas penyerapan air.
Bagaimana manfaat pohon gayam bagi masyarakat sekitar?
Memberikan bahan pangan (biji, daun), kayu bakar, serta meningkatkan kesejukan dan ketenangan lingkungan.
Siapa saja yang terlibat dalam proyek ini?
InJourney Destination Management, PT Taman Wisata Borobudur, Studio Nawung, serta warga Desa Karangrejo dipimpin oleh Kepala Desa Hely Rofikun.
Apakah penanaman ini akan menjadi kegiatan rutin?
Targetnya menjadi program berkelanjutan, dengan perawatan periodik oleh punggawa ili‑ili dan pemupukan kompos organik.



