Indo News Room – 12 Agustus 2026 | Kebakaran lahan di Gunung Bromo masih belum bisa dipadamkan. Pada hari ke-9, tim gabungan berusaha memadamkan api yang muncul sejak Selasa (3/8) di empat wilayah kabupaten yang berada di wilayah kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Kondisi Cuaca yang Kurang Mendukung
Cuaca yang kurang mendukung menjadi salah satu kendala utama dalam memadamkan api. Hembusan angin kencang dengan kecepatan 5-37 kilometer per jam membuat api cepat meluas. Selain itu, cuaca berkabut dan kepulan asap yang cukup tebal mempengaruhi visibilitas unit helikopter dalam operasi water bombing.
Pengambilan Air untuk Water Bombing
Tim gabungan menggunakan Danau Ranupani dan Ranu Regulo sebagai sumber air untuk water bombing. Pemilihan kedua sumber air ini agar lebih dekat dan mulai menyusutnya debit air di Danau Ranupani.
Hasil Pemadaman Api
Total dari perhitungan sementara tim BPBD, area yang terbakar mencapai sekitar 921,42 hektare. Area yang terbakar didominasi jenis vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar.
Tabel Komparasi Data Kebakaran Lahan
| Wilayah | Luas Area Terbakar (hektare) |
|---|---|
| Dingklik | 500 |
| P30 | 421,42 |
Bulletin Pemadaman Api
- Tim gabungan masih berusaha memadamkan api di dua area.
- Cuaca yang kurang mendukung masih menjadi kendala utama.
- Pengambilan air untuk water bombing dilakukan di Danau Ranupani dan Ranu Regulo.
Saat ini, ketiga helikopter baik dari BNPB dan milik TNI AL dikerahkan untuk pendinginan titik api di wilayah Pakis Bincis, Dingklik, dan P30.
Kesimpulan: Kebakaran lahan di Gunung Bromo masih belum bisa dipadamkan. Cuaca yang kurang mendukung dan hembusan angin kencang menjadi kendala utama. Tim gabungan masih berusaha memadamkan api di dua area.



