Indo News Room – 12 Agustus 2026 | Todotua Ungkap PR Besar RI Struktur Biaya Rantai Pasok menjadi sorotan dalam upaya meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi. Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu menekankan pentingnya fokus pada biaya rantai pasok untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% di Indonesia.
Strategi Hilirisasi
Hilirisasi didefinisikan sebagai proses pengolahan hasil tambang atau komoditas mentah menjadi produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Dalam konteks ini, Todotua Pasaribu menyoroti bahwa struktur biaya rantai pasok yang efektif dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Biaya Rantai Pasok
Biaya rantai pasok mencakup semua biaya yang terkait dengan pengadaan, pengolahan, dan pengiriman produk. Untuk meningkatkan efisiensi, perusahaan perlu menganalisis setiap tahap dalam rantai pasok dan mengidentifikasi area yang dapat diperbaiki.
| Tahap Rantai Pasok | Biaya |
|---|---|
| Pengadaan | Biaya bahan baku, biaya transportasi |
| Pengolahan | Biaya tenaga kerja, biaya operasional |
| Pengiriman | Biaya transportasi, biaya penyimpanan |
Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%, Indonesia perlu meningkatkan produksi dan ekspor produk dengan nilai tambah tinggi. Dalam hal ini, struktur biaya rantai pasok yang kompetitif dapat membantu meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat dicapai dengan meningkatkan investasi, meningkatkan produksi, dan meningkatkan ekspor. Dalam konteks ini, strategi hilirisasi dan pengelolaan biaya rantai pasok yang efektif dapat membantu mencapai target pertumbuhan ekonomi.
- Meningkatkan investasi dalam sektor industri
- Meningkatkan produksi produk dengan nilai tambah tinggi
- Meningkatkan ekspor produk Indonesia
Dengan demikian, upaya Todotua Ungkap PR Besar RI Struktur Biaya Rantai Pasok dapat membantu meningkatkan nilai tambah dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.



