HomeCuaca dan LingkunganKarhutla Jambi Capai 300 Hektare, Gubernur Ajak Warga Salat Minta Hujan

Karhutla Jambi Capai 300 Hektare, Gubernur Ajak Warga Salat Minta Hujan

Date:

Indo News Room – 10 Agustus 2026 | Karhutla Jambi telah mencapai 300 hektare, menimbulkan kekhawatiran bagi penduduk setempat. Gubernur Jambi Al Haris telah mengambil langkah-langkah untuk memadamkan kebakaran hutan dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

Pengaruh Cuaca Panas dan Kering

Cuaca panas dan kering yang melanda Provinsi Jambi telah menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas. Gubernur Al Haris mengajak para ulama, kiai, dan imam masjid untuk melaksanakan salat istisqa (salat meminta hujan) untuk memohon hujan segera turun.

Baca juga:

Luas Karhutla di Berbagai Daerah

Berdasarkan data BPBD Provinsi Jambi, luas karhutla sepanjang 1 Januari hingga 9 Agustus 2026 mencapai 300,12 hektare. Karhutla terluas tercatat di Kabupaten Sarolangun dengan 87,32 hektare. Berikutnya, Tanjung Jabung Barat 58,10 hektare, Batanghari 50,03 hektare, Muaro Jambi 37,99 hektare, Tebo 30,76 hektare, Tanjung Jabung Timur 22,71 hektare, dan Merangin 3,25 hektare.

Baca juga:

Tindakan Gubernur Al Haris

Gubernur Al Haris telah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memastikan tidak ada lahan yang terbakar di wilayah masing-masing. Ia juga meminta desa yang memiliki kawasan gambut melakukan pemetaan dan meningkatkan kesiapsiagaan. Tim relawan desa diminta menjadi pihak yang pertama bergerak jika menemukan titik api.

Baca juga:
Daerah Luas Karhutla (hektare)
Kabupaten Sarolangun 87,32
Tanjung Jabung Barat 58,10
Batanghari 50,03
Muaro Jambi 37,99
Tebo 30,76
Tanjung Jabung Timur 22,71
Merangin 3,25

Kesimpulan

Karhutla Jambi telah mencapai 300 hektare dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat. Gubernur Al Haris telah mengambil langkah-langkah untuk memadamkan kebakaran hutan dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

Telmo Polak Awuf
Telmo Polak Awuf
Dibesarkan di antara derak ketik cepat dan aroma tinta, Telmo Polak Awuf menganggap kucingnya lebih berwawasan sejarah daripada kebanyakan dosen. Tahun 2022, ia menukar mikrofon ruang redaksi dengan pena, menulis dari Surabaya sambil sesekali mengintip buku-buku sejarah yang lebih tebal daripada menu makanan kucingnya. Hasilnya? Karya yang menggabungkan fakta kuno dengan candaan modern, cocok dibaca sambil menunggu kucingnya selesai menguasai dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related