Indo News Room – 07 Agustus 2026 | Banyak orang yang tidak sabar membayar minuman di kafe, namun ada seorang pria yang tidak sabar membayar minuman di kafe dan akhirnya tewas dianiaya oleh pemilik kafe.
Apa Yang Sebenarnya Terjadi?
Korban, seorang pria berinisial KG (41), datang ke kafe milik CT (51) di Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, pada Selasa (4/8) untuk memesan minuman keras. Setelah beberapa waktu, ketiga rekannya pulang lebih dulu, sementara korban tetap berada di lokasi.
Saat CT hendak menutup kafe, istrinya meminta korban membayar minuman yang telah dipesannya. Namun, korban tidak merespons karena diduga dalam kondisi mabuk.
Istri CT kemudian melaporkan hal tersebut kepada CT, yang selanjutnya berusaha menagih pembayaran. Namun, korban justru mengancam akan membakar kafe tersebut dan melontarkan kata-kata kasar dengan menyebut CT sebagai ‘monyet’.
CT kemudian menarik korban keluar dari kafe, dan di luar, korban menarik kerah baju CT dan menyulutkan bara rokok ke tangan CT. Tersulut emosi, CT memukul korban berkali-kali hingga tersungkur ke tanah.
Setelah amarahnya mereda, CT berusaha mengantar korban pulang. Namun, karena tidak mengetahui alamat korban, ia bertanya kepada warga di sekitar sebuah gubuk. Warga kemudian meminta CT meninggalkan korban di gubuk tersebut karena korban disebut sering mabuk dan tidur di lokasi itu.
CT pun pulang ke rumah, sementara korban meninggal dunia di gubuk tersebut.
Kasus Penganiayaan di Kafe
Pada Keesokan paginya, CT dibangunkan istrinya yang memberi tahu bahwa sejumlah warga mengerumuni korban di gubuk tersebut. Saat dicek, ternyata KG sudah meninggal dunia.
Mengetahui korban meninggal, CT kemudian mendatangi kantor polisi untuk memberikan keterangan. Polisi selanjutnya menetapkan CT sebagai tersangka penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Kenapa Pria Itu Tewas?
- Karena dia tidak mau membayar minuman di kafe.
- Dia mengancam akan membakar kafe tersebut.
- Dia melontarkan kata-kata kasar kepada pemilik kafe.
Tindakan Pemilik Kafe Tersebut?
CT menarik korban keluar dari kafe dan memukulnya berkali-kali hingga tersungkur ke tanah. Dia juga meninggalkan korban di gubuk tersebut karena tidak mengetahui alamat korban.
Bukti yang Mendukung?
- Korban meninggal dunia di gubuk tersebut.
- CT menyerahkan diri ke kantor polisi untuk memberikan keterangan.
- Polisi menetapkan CT sebagai tersangka penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Kesimpulan
Kasus penganiayaan di kafe ini menunjukkan bahwa tindakan brutal dari pemilik kafe dapat memiliki konsekuensi berat. Korban meninggal dunia karena tidak mau membayar minuman di kafe, dan pemilik kafe meninggalkan korban di gubuk tersebut.
FAQ
Apakah Pria Itu Meninggal Karena Tidak Mau Membayar Minuman?
Tidak, pria itu meninggal dunia karena dipukul oleh pemilik kafe.
Apakah Pemilik Kafe Meninggalkan Korban di Gubuk?
Iya, pemilik kafe meninggalkan korban di gubuk tersebut karena tidak mengetahui alamat korban.
Apakah Polisi Menetapkan Pemilik Kafe Sebagai Tersangka?
Iya, polisi menetapkan pemilik kafe sebagai tersangka penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.



