Indo News Room – 31 Juli 2026 | Target operasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dikebut oleh pemerintah untuk memperkuat sistem listrik Sumatera. Akibat bencana banjir dan longsor pada akhir tahun 2025, lima menara transmisi roboh dan menyisakan tantangan bagi sistem kelistrikan Sumatera.
PLTA Batang Toru: Proyek yang Dikebut untuk Membangun Kembali Sistem Listrik Sumatera
PLTA Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) dan dikembangkan oleh PT North Sumatera Hydro Energy dengan Sinohydro Corporation Limited sebagai kontraktor. Pembangunannya dimulai pada 1 September 2017 dengan investasi Rp 21,6 triliun yang bersumber dari penanaman modal asing.
Target Operasi PLTA Batang Toru: Untuk Membangun Kembali Sistem Listrik Sumatera
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyatakan bahwa target operasi PLTA Batang Toru sangat penting untuk memperkuat transmisi pasokan listrik di Sumatera dan diharapkan dapat segera terhubung dengan jaringan Sumatera.
Tantangan yang Dihadapi oleh Sistem Listrik Sumatera
- Lima menara transmisi roboh akibat bencana banjir dan longsor pada akhir tahun 2025.
- Kekurangan ketersediaan energi primer di Sumatera.
- Keterbatasan jaringan transmisi listrik di Sumatera.
Apakah Target Operasi PLTA Batang Toru Dapat Membangun Kembali Sistem Listrik Sumatera?
Pemerintah berharap bahwa target operasi PLTA Batang Toru dapat membantu membangun kembali sistem listrik Sumatera dan meningkatkan ketersediaan energi di wilayah tersebut.
Tabel: Proyek PLTA Batang Toru
| Nama Proyek | Besar Kapasitas (MW) | |
|---|---|---|
| PLTA Batang Toru | 510 | 21,6 triliun |
Kesimpulan
Target operasi PLTA Batang Toru dikebut oleh pemerintah untuk memperkuat sistem listrik Sumatera. Proyek ini diharapkan dapat membantu meningkatkan ketersediaan energi di wilayah tersebut dan membangun kembali sistem listrik Sumatera.



