Indo News Room – 28 Juli 2026 | Harga komoditas batu bara dan nikel mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Senin, kecuali timah yang cenderung stagnan, naik tipis 0,85 persen. Harga batu bara ICE Newcastle untuk kontrak Agustus 2026 mengalami penurunan 2,14 persen ke level USD 132,50 per ton.
Penurunan Harga Batu Bara dan Nikel
Harga nikel juga terpantau mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Senin. Berdasarkan data dari London Metal Exchange (LME), harga nikel turun 0,96 persen menjadi USD 17.213 per ton.
Timah Naik Tipis
Harga timah pada periode perdagangan yang sama menunjukkan adanya kenaikan 0,85 persen. Dengan begitu, kini harga timah ada pada level USD 53.781 per ton.
Penurunan Harga CPO
Harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) anjlok pada penutupan perdagangan Senin. Berdasarkan situs tradingeconomics, harga CPO turun 1,04 persen menjadi MYR 4.673 per ton.
| Komoditas | Harga | Perubahan |
|---|---|---|
| Batu Bara | USD 132,50 per ton | -2,14% |
| Nikel | USD 17.213 per ton | -0,96% |
| Timah | USD 53.781 per ton | +0,85% |
| CPO | MYR 4.673 per ton | -1,04% |
Penurunan harga tertahan oleh membaiknya permintaan ekspor. Lembaga survei kargo Intertek Testing Services (ITS) memperkirakan ekspor minyak sawit pada 1-25 Juli meningkat 15,9 persen dibandingkan periode yang sama pada Juni.
Faktor yang Mempengaruhi Harga
- Permintaan ekspor
- Penawaran global
- Cuaca dan lingkungan
Risiko cuaca juga masih menopang harga, setelah otoritas di Kuala Lumpur memperingatkan suhu yang diperkirakan mencapai rekor tertinggi berpotensi menekan produksi minyak sawit tahun depan.
Kebijakan peningkatan mandatori campuran biodiesel di Indonesia dan Malaysia diperkirakan akan mendorong konsumsi minyak sawit. Dari sisi permintaan global, impor minyak nabati India sebagai pembeli terbesar di dunia, diproyeksikan meningkat pada periode Juli hingga Oktober karena pasokan yang semakin ketat menjelang musim festival.



