HomeKonflik DuniaAsosiasi Harap Motor Listrik Nasional Libatkan Produsen Lokal untuk Meningkatkan TKDN

Asosiasi Harap Motor Listrik Nasional Libatkan Produsen Lokal untuk Meningkatkan TKDN

Date:

Indo News Room – 27 Juli 2026 | Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) berharap pemerintah melibatkan produsen lokal dalam program motor listrik nasional. Mereka ingin meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan mengembangkan industri roda dua elektrik.

Reaktansi Positif dari Industri Sepeda Motor Listrik

Ketua Umum Aismoli, Budi Setiyadi, menyambut baik rencana pemerintah untuk meluncurkan motor listrik nasional. Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan TKDN dan mengembangkan industri roda dua elektrik di Indonesia.

Baca juga:

Importansi Meningkatkan TKDN

Budi menekankan bahwa meningkatkan TKDN sangat penting dalam industri manufaktur. Ia berharap motor listrik nasional dapat memiliki kandungan komponen lokal yang tinggi.

Produsen Lokal Siap Membantu

Budi juga menyatakan bahwa produsen lokal siap membantu pemerintah dalam program motor listrik nasional. Ia berharap pemerintah dapat memberikan insentif kepada produsen lokal untuk meningkatkan produksi dan mengembangkan teknologi.

Produsen Lokal Produksi TKDN
Polytron 100.000 unit 80%
Selis 50.000 unit 70%
  • Meningkatkan TKDN
  • Mengembangkan industri roda dua elektrik
  • Memberikan insentif kepada produsen lokal

Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) berharap pemerintah dapat melibatkan produsen lokal dalam program motor listrik nasional. Mereka ingin meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan mengembangkan industri roda dua elektrik.

Produsen lokal seperti Polytron dan Selis siap membantu pemerintah dalam program motor listrik nasional. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan insentif kepada produsen lokal untuk meningkatkan produksi dan mengembangkan teknologi.

Telmo Polak Awuf
Telmo Polak Awuf
Dibesarkan di antara derak ketik cepat dan aroma tinta, Telmo Polak Awuf menganggap kucingnya lebih berwawasan sejarah daripada kebanyakan dosen. Tahun 2022, ia menukar mikrofon ruang redaksi dengan pena, menulis dari Surabaya sambil sesekali mengintip buku-buku sejarah yang lebih tebal daripada menu makanan kucingnya. Hasilnya? Karya yang menggabungkan fakta kuno dengan candaan modern, cocok dibaca sambil menunggu kucingnya selesai menguasai dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Petani Tangkal Krisis Air dengan Kaktus

Indo News Room – 26 Juli 2026 | Potret...