Indo News Room – 13 April 2026 | Jordj Tutuarima, bek asal Maluku yang pernah memperkuat Persis Solo, mengungkapkan situasi aneh yang melanda klub tersebut pada musim 2025-2026. Dalam wawancara eksklusif, ia menyatakan bahwa seluruh pemain asing diganti secara mendadak dan tim tidak menerima gaji selama berbulan‑bulan. Pengakuan ini menambah kegelisahan penggemar dan menimbulkan pertanyaan serius tentang manajemen Persis Solo.
Jordy Tutuarima Blak-blakan Anehnya Situasi di Persis Solo: Seluruh Pemain Asing Diganti, Kami Tak Digaji Berbulan-bulan
Menurut pernyataan Jordy, perubahan drastis dimulai setelah pelatih baru diangkat pada Januari 2026. “Hal‑hal menjadi sangat aneh di sana. Pelatih baru datang, dan semua pemain asing harus pergi, sembilan pemain tiba‑tiba hilang,” ujarnya, mengutip laporan media Belanda Gelderlander. Keputusan tersebut diikuti dengan pemecatan pelatih Peter de Roo serta evaluasi besar‑besaran oleh manajemen klub.
Latihan Intensif Tanpa Gaji
Jordy menegaskan bahwa selain penggantian pemain, tim juga mengalami keterlambatan pembayaran gaji. “Kami tak dibayar berbulan‑bulan, jadi Anda bisa memperkirakan hasilnya akan menurun,” kata ia. Kondisi ini dirasakan paling berat oleh pemain lokal yang memiliki tanggungan keluarga, sehingga motivasi di lapangan menurun drastis.
Data Pengganti Pemain Asing dan Dampak Finansial
| Parameter | Sebelum Januari 2026 | Sesudah Januari 2026 |
|---|---|---|
| Jumlah Pemain Asing | 9 | 0 |
| Gaji Rata‑rata (juta Rp) | 45 | 0 (tertunda) |
| Posisi Tim di Liga | 7 | 12 |
| Kemenangan (putaran 1‑8) | 3 | 1 |
Data di atas menggambarkan penurunan performa yang signifikan setelah kebijakan penggantian pemain asing dan penundaan gaji. Pada putaran pertama, Persis Solo hanya mencatat satu kemenangan, menurunkan posisi klasemen secara dramatis.
Langkah Selanjutnya Jordy Tutuarima: Kembali ke Belanda
Setelah terpisah dari skuad Persis, Jordy memutuskan kembali ke Belanda dan menandatangani kontrak dengan GVVV Veenendaal, klub kasta ketiga Belanda. Ia mengaku keputusan ini menandai berakhirnya karier profesionalnya. “Saya berdiskusi dengan keluarga dan memutuskan memasuki fase baru, dari profesional menuju sepak bola amatir,” ujar Jordy.
Faktor Regulasi Transfer
Jordy sebelumnya berencana melanjutkan karier di Indonesia, namun regulasi transfer yang ketat setelah awal Februari 2026 menghalangi kepindahannya ke klub lain dalam kompetisi yang sama. Kebijakan ini menambah beban bagi pemain yang ingin mencari peluang baru.
Reaksi Penggemar dan Analisis Pakar
Penggemar Persis Solo menanggapi secara beragam. Sebagian mengkritik manajemen yang dinilai tidak profesional, sementara yang lain menunggu klarifikasi resmi. Pakar sepak bola menilai bahwa keputusan mengeluarkan semua pemain asing secara serentak adalah langkah berisiko tinggi, terutama bila tidak disertai perbaikan finansial bagi pemain lokal.
- Kurangnya transparansi keuangan dapat memicu penurunan moral tim.
- Penggantian pemain asing secara massal mengurangi pengalaman internasional yang penting bagi perkembangan tim.
- Regulasi transfer yang ketat memperburuk situasi pemain yang terpaksa mencari klub baru.
Komparasi Kasus Serupa di Liga Lain
| Klub | Tahun | Penggantian Pemain Asing | Masalah Gaji | Hasil Akhir |
|---|---|---|---|---|
| Persija Jakarta | 2023 | 6 pemain | Terbayar 3 bulan | Stabil |
| Persib Bandung | 2024 | 4 pemain | Terbayar penuh | Naik 2 posisi |
| Persis Solo | 2026 | 9 pemain | Terutang >3 bulan | Turun 5 posisi |
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan yang baik dapat menahan dampak negatif penggantian pemain asing, sementara kasus Persis Solo menjadi contoh kegagalan manajemen.
FAQ
- Apa yang menyebabkan penggantian seluruh pemain asing di Persis Solo? Manajemen klub melakukan evaluasi besar‑besaran setelah hasil buruk di awal musim, memutuskan untuk mengakhiri kontrak semua pemain asing.
- Berapa lama pemain tidak menerima gaji? Jordy menyebutkan keterlambatan pembayaran berlangsung selama beberapa bulan, tepatnya lebih dari tiga bulan tanpa pembayaran.
- Apakah ada upaya hukum dari pemain? Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai tindakan hukum, namun pemain lokal diperkirakan sedang mengevaluasi opsi.
- Bagaimana prospek karier Jordy setelah kembali ke Belanda? Jordy telah menandatangani kontrak dengan GVVV Veenendaal dan menyatakan fokus pada sepak bola amatir sekaligus persiapan karier di luar lapangan.
- Apa yang dapat dipelajari klub lain dari kasus ini? Transparansi keuangan, komunikasi yang jelas dengan pemain, dan kebijakan transfer yang fleksibel menjadi kunci untuk menghindari krisis serupa.
Berita ini juga terkait dengan liputan kami tentang kebijakan transfer pemain asing di Indonesia serta strategi manajemen klub sepak bola di era profesional. Kedua topik dapat memberikan gambaran lebih luas tentang tantangan yang dihadapi klub-klub di Liga 1.
Dengan situasi yang masih belum terselesaikan, masa depan Persis Solo di Liga 1 tetap menjadi pertanyaan besar bagi seluruh pemangku kepentingan. Pengungkapan Jordy Tutuarima menjadi sinyal kuat bahwa reformasi manajerial dan keuangan diperlukan segera.



