HomePolitikMenko Yusril Ungkap RI Tak Ingin Repatriasi Hambali Lebih Baik Diadili di...

Menko Yusril Ungkap RI Tak Ingin Repatriasi Hambali Lebih Baik Diadili di AS: Apa Alasannya?

Date:

Indo News Room – 25 Juli 2026 | Indonesia tidak berkeinginan merepatriasi Hambali, pelaku bom Bali 2002. Menurut Menko Yusril Ihza Mahendra, proses hukum Hambali lebih baik diadili di AS. Alasannya tidak lain karena status kewarganegaraan Hambali masih menjadi persoalan.

Hambali ditangkap di Thailand pada 2003 dengan menggunakan paspor Thailand. Pada saat itu, dia tidak menunjukkan paspor Indonesia. Saat ini, Hambali masih ditahan di fasilitas tahanan Guantanamo sejak 2006 atas dugaan keterlibatan dalam sejumlah aksi teror.

Baca juga:

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Repatriasi Hambali

Status Kewarganegaraan Hambali

Status kewarganegaraan Hambali masih menjadi persoalan yang memicu keputusan pemerintah Indonesia untuk tidak merepatriasinya. Menurut Menko Yusril, Hambali tidak menunjukkan paspor Indonesia saat ditangkap di Thailand.

Masa Daluwarsa Perkara Bom Bali 2002

Perkara Bom Bali 2002 telah melewati masa daluwarsa. Menurut Menko Yusril, perkara tersebut telah expired dan tidak dapat diadili berdasarkan hukum pidana Indonesia.

Lebih Baik Diadili di AS?

Menko Yusril mengatakan bahwa proses hukum Hambali lebih baik diadili di AS. Alasannya tidak lain karena proses hukum pidana militer di AS membatasi akses pemerintah Indonesia terhadap penanganan perkara tersebut.

Baca juga:

FAQ

Apakah Indonesia berkeinginan merepatriasi Hambali?

Indonesia tidak berkeinginan merepatriasi Hambali.

Alasannya apa?

Alasannya karena status kewarganegaraan Hambali masih menjadi persoalan dan perkara Bom Bali 2002 telah melewati masa daluwarsa.

Lebih baik diadili di AS atau di Indonesia?

Lebih baik diadili di AS karena proses hukum pidana militer di AS membatasi akses pemerintah Indonesia terhadap penanganan perkara tersebut.

Baca juga:

Statistik

Tahun Jumlah Korban
2002 202
Ragnhild Izahti
Ragnhild Izahti
Kau ingat dulu, Ragnhild Izahti selalu muncul di kantong kopi para wartawan di Semarang, mengawasi tiap detik berita sambil mengutak‑atik gadget terbaru; sejak 2019, ia berubah jadi mata tajam lapangan senior yang tak pernah lepas dari jejak tinta dan kode. Kini, tiap cerita yang ia rangkai terasa seperti reuni lama—hangat, penuh detail, dan selalu diselingi bisikan teknologi yang membuat semua orang ingin tahu apa yang selanjutnya ia temukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

2 Lansia Tewas Akibat Kebakaran Rumah di Makassar: Apa Penyebabnya?

Indo News Room – 25 Juli 2026 | 2...

Cara ASDP Perkuat Distribusi Beras dan Pangan ke Wilayah Kepulauan

Indo News Room – 25 Juli 2026 | Kapal...

KAI Logistik Kirim 1.425 Motor pada Libur Sekolah: Paling Banyak dari Yogyakarta

Indo News Room – 25 Juli 2026 | Libur...

Rosenborg Tumbang Telak di Pramusim Manchester United, Joshua Zirkzee Cetak Gol Debut

Indo News Room – 25 Juli 2026 | Manchester...