HomeBeritaKemenkes dr Zulfikar Meninggal Bukan Akibat Bullying atau Kelebihan Beban Kerja: Apa...

Kemenkes dr Zulfikar Meninggal Bukan Akibat Bullying atau Kelebihan Beban Kerja: Apa Faktanya?

Date:

Indo News Room – 24 Juli 2026 | Kemenkes dr Zulfikar meninggal bukan akibat bullying atau kelebihan beban kerja, demikian hasil investigasi tim gabungan yang melibatkan Kemenkes, Kolegium Bedah, Komite Internship Kedokteran Pusat dan Provinsi, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), serta Federasi Serikat Pekerja Medis dan Kesehatan Indonesia.

Dokter Zulfikar Drakel yang ditemukan meninggal dunia di kosnya di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Selasa (21/7/2026), sedang menjalankan tugas internship (magang) di RSUD KH. Ahmad Hanafiah, Lampung Timur. Hasil investigasi menyimpulkan bahwa tidak ditemukan indikasi yang mengarah pada bullying maupun kelebihan beban kerja.

Baca juga:

Investigasi yang Dilakukan

Tim gabungan yang melibatkan berbagai organisasi dan institusi melakukan investigasi yang menyeluruh untuk mengetahui penyebab meninggalnya dr. Zulfikar. Hasil investigasi menunjukkan bahwa saat kejadian, almarhum sedang menjalani stase bangsal dengan tugas melakukan visit bersama Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP). Jam kerja berlangsung pukul 08.00 hingga 14.00 dan dapat berakhir lebih awal mengikuti jadwal visit Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP), sehingga total jam kerja peserta berada di bawah ketentuan maksimal 40 jam per minggu.

Tidak Ditemukan Indikasi Kelebihan Beban Kerja

Tim investigasi juga tidak menemukan adanya kelebihan beban kerja yang berpotensi menyebabkan kelelahan. Selain itu, tidak ditemukan indikasi perundungan, intimidasi, maupun hambatan dalam pemberian izin, termasuk izin untuk menjalani pengobatan.

Baca juga:

Hasil Investigasi yang Menyimpulkan

Berdasarkan hasil investigasi, peserta menjalankan jam kerja sesuai ketentuan yang berlaku. Kami juga tidak menemukan indikasi kelebihan beban kerja, perundungan, intimidasi, maupun kendala dalam pemberian izin berobat. Selama menjalani pengobatan, almarhum memperoleh izin beristirahat dan berobat sesuai kebutuhan.

Kemenkes Menegaskan Hasil Investigasi

Kemenkes menegaskan bahwa hasil investigasi tidak menemukan hubungan antara penyebab meninggalnya almarhum dengan penyelenggaraan Program Internship Dokter Indonesia. Kemenkes juga menegaskan bahwa sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan peserta internship, diterbitkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/594/2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Internship Dokter dan Dokter Gigi Indonesia pada 8 Juni 2026.

Baca juga:

Kesimpulan

Kemenkes dr Zulfikar meninggal bukan akibat bullying atau kelebihan beban kerja, demikian hasil investigasi tim gabungan. Penyebab meninggalnya dr. Zulfikar masih belum diketahui secara pasti, tetapi tidak ada bukti yang mengarah pada bullying atau kelebihan beban kerja.

Aissa Gandhari Taura
Aissa Gandhari Taura
Di tengah hiruk‑pikuk Medan, Aissa Gandhari Taura menyalakan lentera kata, menapaki jejak sastra yang berkelana ke ruang berita. Ia menenun kritik tajam bak pukulan tinju, sambil menatap galaksi dalam tiap film sci‑fi yang ia saksikan. Setiap tulisan melukis harapan, mengajak pembaca menari di antara realitas dan impian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related