Indo News Room – 23 Juli 2026 | Samsung memastikan bahwa keberhasilan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya ditentukan oleh besar pemasaran, melainkan oleh seberapa sering pengguna memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pasalnya, perusahaan ini memantau tingkat adopsi dan penggunaan ulang Galaxy AI sebagai indikator utama keberhasilan teknologi tersebut.
Fokus Pada Pengalaman Pengguna
Chon Hong, Head of Marketing Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania (SEAO), mengatakan bahwa Galaxy AI bukan sekadar fitur tambahan di perangkat Galaxy, melainkan filosofi perusahaan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih menyeluruh melalui integrasi AI dengan ekosistem Galaxy.
Mengukur Nilai dari Penggunaan Ulang
Samsung mengukur seberapa sering pengguna menggunakan Galaxy AI dan seberapa sering mereka kembali menggunakannya sebagai indikator utama keberhasilan teknologi tersebut.
Tujuan untuk Meningkatkan Ekosistem
Samsung juga ingin membuat ekosistem Galaxy semakin relevan dan bermanfaat bagi konsumennya.
Tujuan perusahaan bukan sekadar membuat pengguna bertahan di dalam ekosistem Galaxy, melainkan memastikan seluruh layanan yang tersedia benar-benar memberikan nilai tambah.
Perkembangan AI Menuju Era Agentic
Chon Hong juga menyoroti perkembangan AI yang kini bergerak menuju era agentic AI, yakni AI yang semakin mampu bertindak secara mandiri untuk membantu penggunanya.
Agar dapat bekerja lebih cerdas, AI tidak cukup hanya memahami perintah yang diberikan pengguna, tetapi juga harus memahami konteks di balik setiap interaksi.
Kesimpulan
Samsung memastikan bahwa keberhasilan Galaxy AI tidak hanya ditentukan oleh besar pemasaran, melainkan oleh seberapa sering pengguna memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.



