Indo News Room – 20 Juli 2026 | Polusi udara di Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi perhatian masyarakat karena kualitas udara yang buruk. Menurut BMKG, dua faktor utama yang memengaruhi kondisi kualitas udara di wilayah tersebut adalah musim kemarau dan kebiasaan pembakaran sampah.
Indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di wilayah tersebut mencapai angka 243, yang termasuk dalam kategori sangat tidak sehat. AQI merupakan sistem pengukuran yang digunakan untuk menggambarkan tingkat kebersihan atau pencemaran udara.
Bagaimana AQI Ditentukan?
AQI dihitung berdasarkan konsentrasi beberapa polutan udara, seperti partikulat halus (PM2.5), oksida nitrogen (NO2), dan ozon (O3). Nilai AQI berdasarkan kategori:
- 0-50: kualitas udara baik
- 51-100: kualitas udara sedang
- 101-150: tidak sehat bagi kelompok sensitif
- 151-200: tidak sehat
- 201-300: sangat tidak sehat
- 301-500: berbahaya
Bagaimana Masyarakat Dapat Mencegah Polusi Udara?
Masyarakat dapat mencegah polusi udara dengan menghentikan kebiasaan membakar sampah dan melindungi diri ketika beraktivitas di luar ruangan dalam waktu yang cukup lama. Menggunakan masker juga dapat membantu mengurangi paparan polutan udara.
FAQ
Apakah polusi udara di Tangsel disebabkan oleh musim kemarau?
Ya, musim kemarau dapat memperburuk kondisi kualitas udara di wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan.
Bagaimana cara mencegah polusi udara?
Masyarakat dapat mencegah polusi udara dengan menghentikan kebiasaan membakar sampah, melindungi diri ketika beraktivitas di luar ruangan dalam waktu yang cukup lama, dan menggunakan masker.



