Indo News Room – 13 Juli 2026 | Gunung Karangetang di Pulau Siau, Sulawesi Utara, kembali mengalami erupsi pada Minggu (12/7) malam. Erupsi ini disertai lontaran material pijar dan aliran lava yang mengalir hingga sekitar 1 kilometer dari kawah. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang erupsi Gunung Karangetang.
Erupsi Gunung Karangetang
Erupsi Gunung Karangetang terjadi pada pukul 19.14 WITA dari Kawah Utara. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan erupsi ini diawali dengan letusan bertipe strombolian (eksplosif lemah) setinggi sekitar 100 meter yang disertai suara dentuman. Selanjutnya terjadi erupsi efusif berupa aliran lava.
Lava Pijar Mengalir
Lava pijar mengalir ke arah utara sejauh sekitar 1 kilometer dari Kawah Utara. Selain itu, lava juga mengalir sekitar 400 meter ke arah barat daya dan sekitar 1 kilometer ke arah selatan. Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Utara dan Kawah Selatan.
Status Aktivitas Gunung Karangetang
Status aktivitas Gunung Karangetang masih dipertahankan pada Level II (Waspada). Badan Geologi mencatat aktivitas vulkanik Karangetang sebenarnya sempat menurun setelah erupsi efusif yang berlangsung pada Oktober 2025 hingga April 2026. Namun, memasuki Juli 2026 aktivitas gunung kembali meningkat.
Tips Keselamatan
- Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Utara dan Kawah Selatan.
- warga juga diminta tidak memasuki sektor barat daya hingga selatan dalam radius 2,5 kilometer dari Kawah Selatan.
- Masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari PVMBG.
Tabel Komparasi Erupsi Gunung Karangetang
| Tanggal | Jam | Kondisi Erupsi |
|---|---|---|
| 12 Juli 2026 | 19.14 WITA | Erupsi efusif berupa aliran lava dan lontaran material pijar |
| 9 Maret 2023 | 20:56:04 | Guguran lava |
Anda dapat melihat tabel di atas untuk melihat perbandingan antara erupsi Gunung Karangetang pada 12 Juli 2026 dan 9 Maret 2023.
Gunung Karangetang merupakan salah satu gunung berapi yang aktif di Indonesia. Erupsi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat setempat dan orang-orang yang berada di sekitar gunung.



