Indo News Room – 12 Juli 2026 | Israel akan menggelar pemilihan umum pada 27 Oktober 2026, menandai pemilu nasional pertama sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang di Gaza dan meluas ke Lebanon hingga Iran.
Berdasarkan survei-survei terbaru, koalisi sayap kanan yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berpotensi kehilangan mayoritas kursi di parlemen. Tekanan terhadap Netanyahu meningkat sejak serangan Hamas, yang menewaskan ratusan warga Israel dan memicu perang berkepanjangan di Gaza.
Sebelumnya, muncul spekulasi pemilu akan digelar lebih cepat setelah parlemen Israel atau Knesset memutuskan membubarkan diri pada Mei lalu. Namun, koalisi pemerintah akhirnya mempertahankan jadwal 27 Oktober.
Survei-Survei Terbaru
Survei-survei terbaru menunjukkan bahwa koalisi sayap kanan yang dipimpin Netanyahu berpotensi kehilangan mayoritas kursi di parlemen. Hal ini disebabkan oleh ketidakpuasan warga Israel terhadap penanganan konflik dengan Hamas dan Iran.
Perlu diingat bahwa pemilu mendatang dipandang sebagai ujian politik terbesar bagi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Jika koalisi sayap kanan kehilangan mayoritas kursi, maka Netanyahu mungkin akan terancam kehilangan posisinya sebagai Perdana Menteri.
Gejolak Politik Internal
Perdana Menteri Netanyahu juga menghadapi gejolak politik internal dalam koalisi pemerintahannya. Perbedaan sikap terkait wajib militer bagi komunitas Yahudi ultra-Ortodoks menjadi salah satu pemicu retaknya koalisi pemerintahan hingga mendorong proses pembubaran parlemen beberapa waktu lalu.
FAQ
Apakah pemilu Israel akan digelar lebih cepat?
Pemilu Israel tidak akan digelar lebih cepat. Koalisi pemerintah telah mempertahankan jadwal 27 Oktober 2026.
Siapa yang berpotensi kehilangan mayoritas kursi di parlemen?
Koalisi sayap kanan yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berpotensi kehilangan mayoritas kursi di parlemen.
Apakah Perdana Menteri Netanyahu terancam kehilangan posisinya?
Ya, jika koalisi sayap kanan kehilangan mayoritas kursi, maka Netanyahu mungkin akan terancam kehilangan posisinya sebagai Perdana Menteri.



