HomePolitikMengenal Bahaya Doomscrolling: Cara Mengontrol Konsumsi Informasi

Mengenal Bahaya Doomscrolling: Cara Mengontrol Konsumsi Informasi

Date:

Indo News Room – 03 Juli 2026 | Di era digital ini, kita sering kali terjebak dalam fenomena doomscrolling, yaitu kebiasaan terus-menerus mencari dan membaca informasi buruk secara berlebihan. Kita mungkin berpikir bahwa ini adalah cara untuk tetap up-to-date atau bentuk kepedulian, tetapi realitanya, ada batas yang sangat tipis antara tetap informatif dengan membiarkan kesehatan mental kita perlahan-lahan rapuh.

Negativity Bias: Alasan Otak Tertarik pada Doomscrolling

Manusia memiliki kecenderungan bawaan yang disebut negativity bias. Fenomena ini menjelaskan bahwa otak kita secara alami dirancang untuk lebih peka, cepat merespons, dan mengingat informasi negatif ketimbang informasi positif. Bagian otak bernama amigdala bertindak sebagai alarm yang langsung aktif saat melihat berita buruk.

Baca juga:

Dampak Nyata pada Kesehatan Mental

Ketika perilaku doomscrolling sudah menjadi kebiasaan, dampak yang ditimbulkan tidak lagi main-main. Konsumsi berita negatif yang dilakukan secara berlebihan melalui doomscrolling terbukti menimbulkan tekanan psikologis dan meningkatkan kecemasan secara signifikan, terutama di kalangan generasi muda yang rentan secara perkembangan.

Baca juga:

Langkah Solutif Untuk Menata Ulang Konsumsi Informasi

  1. Mengontrol dan Membatasi Penggunaan Media Sosial
  2. Menyeimbangkan dengan Konten Positif
  3. Melakukan Aktivitas Offline
Kegiatan Dampak
Doomscrolling Menambah kecemasan dan tekanan psikologis
Aktivitas Offline Mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan mental

Untuk mengurangi dampak doomscrolling, kita perlu secara sadar mengendalikan durasi dan frekuensi interaksi kita dengan sosial media, menyeimbangkan konsumsi informasi dengan konten positif, dan melakukan aktivitas offline yang memberikan dampak positif bagi kesejahteraan mental kita.

Baca juga:
Aissa Gandhari Taura
Aissa Gandhari Taura
Di tengah hiruk‑pikuk Medan, Aissa Gandhari Taura menyalakan lentera kata, menapaki jejak sastra yang berkelana ke ruang berita. Ia menenun kritik tajam bak pukulan tinju, sambil menatap galaksi dalam tiap film sci‑fi yang ia saksikan. Setiap tulisan melukis harapan, mengajak pembaca menari di antara realitas dan impian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related