Indo News Room – 02 Juli 2026 | Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta wisatawan untuk tidak mendaki puncak Gunung Merapi karena gunung tersebut masih berstatus Level III atau Siaga. Hal ini disampaikan oleh Sultan dalam jumpa pers di Kepatihan Pemda DIY.
Alasan Penutupan Pendakian
Bahaya Erupsi Eksplosif
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menjelaskan bahwa aktivitas pendakian di Gunung Merapi sangat tidak disarankan karena potensi erupsi eksplosif yang dapat terlempar hingga radius 3 kilometer dari puncak. Jangkauan lontaran material jika terjadi erupsi eksplosif dapat mencakup area yang selama ini menjadi jalur maupun batas akhir pendakian.
| No | Jenis Erupsi | Bahaya |
|---|---|---|
| 1 | Erupsi Efusif | Keluar magma ke permukaan secara perlahan |
| 2 | Erupsi Eksplosif | Erupsi yang dapat melepaskan energi berupa erupsi eksplosif secara mendadak |
Kesimpulan
Wisatawan dihimbau untuk tidak mendaki Gunung Merapi karena potensi bahaya erupsi eksplosif yang masih tinggi. Pendakian di Gunung Merapi masih ditutup hingga kondisi gunung tersebut aman untuk dikunjungi.
FAQ
Q: Apa alasan penutupan pendakian Gunung Merapi?
A: Penutupan pendakian Gunung Merapi karena potensi bahaya erupsi eksplosif yang masih tinggi.
Q: Apa jenis erupsi yang paling sering terjadi di Gunung Merapi?
A: Erupsi eksplosif adalah jenis erupsi yang paling sering terjadi di Gunung Merapi.
Q: Bagaimana cara menghindari bahaya erupsi eksplosif di Gunung Merapi?
A: Cara menghindari bahaya erupsi eksplosif di Gunung Merapi adalah dengan tidak mendaki gunung tersebut hingga kondisi aman.



