Indo News Room – 01 Juli 2026 | Wamenko Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mendorong wali kota di Indonesia untuk merumuskan strategi ketahanan pangan yang lebih kuat di wilayah masing-masing. Hal ini dilakukan melalui Rakernas APEKSI, sebuah forum diskusi antara pemerintah dan masyarakat untuk membahas isu-isu penting, termasuk ketahanan pangan.
Peran Wamenko Pangan dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan
Wamenko Pangan memiliki peran penting dalam meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia. Ia bertanggung jawab untuk mengembangkan dan mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang terkait dengan ketahanan pangan, seperti pengembangan pertanian, peningkatan produksi pangan, dan peningkatan akses masyarakat terhadap pangan yang seimbang.
Strategi Ketahanan Pangan yang Lebih Kuat
Strategi ketahanan pangan yang lebih kuat melibatkan beberapa aspek, antara lain:
- Pengembangan pertanian yang berkelanjutan, termasuk penggunaan teknologi yang lebih baik dan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
- Peningkatan produksi pangan, termasuk pangan yang lebih bergizi dan aman untuk dikonsumsi.
- Peningkatan akses masyarakat terhadap pangan yang seimbang, termasuk pangan yang lebih murah dan tersedia di semua lapisan masyarakat.
- Pengembangan sistem distribusi pangan yang lebih efisien dan efektif, termasuk penggunaan teknologi yang lebih baik dan jaringan distribusi yang lebih luas.
Tabel Komparasi Produksi Pangan di Indonesia
| Produk | Produksi (ton) |
|---|---|
| Padi | 44.000.000 |
| Ubi | 12.000.000 |
| Tebu | 10.000.000 |
Kesimpulan
Wamenko Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mendorong wali kota di Indonesia untuk merumuskan strategi ketahanan pangan yang lebih kuat di wilayah masing-masing. Strategi ini melibatkan pengembangan pertanian, peningkatan produksi pangan, peningkatan akses masyarakat terhadap pangan yang seimbang, dan pengembangan sistem distribusi pangan yang lebih efisien dan efektif.



